Satgas Covid-19: Vaksin untuk Umat Muslim Akan Diganti yang Halal

vaksin covid-19 halal

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memastikan umat muslim tidak lagi mendapat vaksin non-halal. Sebab, kapasitas vaksin halal sudah meningkat, seperti Sinovac.

"Maka penggunaan vaksin covid-19 untuk umat muslim akan digantikan sepenuhnya dengan vaksin yang sudah mendapatkan fatwa halal," ujar juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, 27 April 2022.

Wiku menjelaskan penggunaan vaksin non-halal masih dianjurkan karena alasan kedaruratan berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kehalalan sebuah produk dipertimbangkan dari bahan dan turunannya yang digunakan dalam proses pembuatan, dan dinyatakan tidak sah apabila tidak sesuai hukum syariah.

Di samping itu, Wiku mengatakan penggunaan Sinovac sebagai salah satu vaksin dosis ketiga atau booster telah melalui pertimbangan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Masyarakat diminta tidak perlu khawatir.

"Pemerintah berkomitmen menyediakan setiap dosis vaksin yang efektif serta aman," ujar dia.

Penyedian booster Sinovac sama dengan jenis vaksin lainnya. Pemerintah akan menambah stok Vaksin Sinovac untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap booster.

"Pemerintah akan menambah pasokan vaksin agar dapat menambah kebutuhan, baik dari mekanisme pembelian ataupun kerja sama bilateral," kata dia. msn