Kemendag Buka Suara soal Dugaan Minyak Goreng Ditimbun

Kelangkaan minyak goreng di pasaran membuat munculnya dugaan ada pihak yang sengaja menimbun. Kementerian Perdagangan pun angkat bicara soal dugaan tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan mereka yang menimbun akan mengalami kerugian. Sebab harga minyak goreng sudah ditetapkan turun, mulai dari yang curah, kemasan sederhana, dan premium.

"Nggak saya yakin nggak. Karena gini begitu bulan kemarin mereka menimbun minyak goreng curah atau sederhana. Ya nggak bisa dijual karena apa? Saya sudah turunin harganya minyak goreng curah Rp 11.500/liter dan kemasan sederhana Rp 13.500/liter," katanya kepada detikcom, Rabu (2/2/2022).

Apa lagi pihak yang menimbun minyak goreng kemasan premium. Oke mengatakan karena harganya sudah lama turun menjadi Rp 14.000/liter.

"Mereka tambah rugi lagi," tambahnya.

Oke menjelaskan stok minyak goreng dalam negeri cukup banyak. Keperluan dalam sebulan mencapai 327 juta liter.

Ia memastikan, para pengusaha minyak sawit tengah berupaya untuk memasok bahan baku ke perusahaan minyak goreng. Hal ini berkaitan dengan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 20%

"Saat ini semua saya paksa. Pada dasarnya mereka kan harus segera mengirim (ke dalam negeri) kalau tidak segera mengirim nggak bisa ekspor. Jadi harusnya cepat. Makanya kalau mereka tidak cepat-cepat yang ekspor itu akan kena penalti," tutupnya. [detik.com] [detik]