Harga Bensin Segera Naik Imbas Perang Rusia Dan Ukraina

Harga minyak mentah dunia nyaris menyentuh level USD100 per barel. Hal ini disebabkan ketegangan geopolitik antara Rusia dengan Ukraina.

Diketahui, Rusia telah meluncurkan serangan ke sejumlah daerah di Ukraina. 'Perang' akhirnya meletus atas instruksi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dengan meroketnya harga minyak mentah dunia, akankah harga BBM di seluruh negara termasuk Indonesia ikut naik?

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, tentunya harga BBM akan semakin naik gegara hal ini. Namun, karena pemerintah memberi subsidi BBM kepada masyarakat, maka harga jual ke masyarakat masih akan sama. Hanya saja, beban subsidi yang ditanggung pemerintah akan semakin berat.

"Kenaikan harga minyak yang diimbangi dengan kenaikan ICP (minyak mentah Indonesia) maka akan menambah beban subsidi bagi sektor energi. Harga listrik dan BBM akan meningkatkan beban subsidi," ujar Mamit kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (24/2/2022).

Lalu, harga BBM non subsidi juga bisa naik jika harga minyak mentah dunia terus meroket. Mamit menitikberatkan pada beban perusahaan negara seperti Pertamina yang harus menanggung subsidi yang makin berat, ditambah saat ini, Pertamina menjual produknya di bawah harga keekonomian.

"Perusahaan seperti Pertamina yang sampai saat ini harga Pertamax belum bisa dinaikan akan semakin tertekan keuangan mereka," katanya.

Diramalkan, minyak mentah dunia akan menyentuh USD 130 per barel imbas konflik dua negara ini. "Banyak yang meramalkan kenaikan harga tahun ini akan mencapai di USD 120-130 per barrel. Estimasi saya juga demikian. Harga minyak akan berada dikisaran tersebut seiring konflik yang semakin memanas," ujar Mamit. okezone