Gibran soal Gelar Wali Kota Terpopuler: Saya Maunya Prestasi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka lebih memilih jadi yang berprestasi ketimbang terpopuler alias terpegah.

"Saya maunya prestasi aja. Kalau terpegah, semua bisa terpegah," katanya saat ditemui di Balai Kota Solo, Jumat (31/12).

Ia juga tidak menganggap sebutan wali kota terpopuler sebagai kelebihan dibanding kepala daerah lain. Ia mengaku masih banyak kepala daerah lain yang lebih berpengalaman memimpin.

"Enggak lah. Saya kan masih anak baru di sini," katanya.

Kendati demikian, Gibran tak menampik popularitasnya dapat membawa dampak positif bagi Kota Solo. Dengan semakin banyaknya berita tentang Gibran, nama Kota Solo dapat dikenal publik yang lebih luas.

"Ya efeknya baik untuk Kota Solo, untuk promosi pariwisata. Kan agenda-agenda event yang ada di Solo bisa terangkat semua," katanya.

Sebelumnya, Gibran dinyatakan sebagai wali kota terpegah sepanjang 2021 oleh Indonesia Indicator (I2). Menggunakan kecerdasan buatan (AI), perusahaan intelijen media itu mencatat Gibran diberitakan sebanyak 28.779.574 kali di 6.470 media siber di tanah air.

Popularitas Gibran tinggi karena sering dikaitkan dengan ayahnya, Presiden Joko Widodo. Namun pemberitaan Gibran sendiri lebih didominasi kebijakan hingga aksi blusukannya dalam penanganan Covid-19.

Gibran juga menjadi sorotan media saat dinyatakan positif Covid-19 hingga harus menjalankan tugas wali kota selama menjalani masa karantina di rumah dinasnya di Loji Gandrung. [msn]