Virus Omicron Sudah Masuk Indonesia, Ini Jenis Masker 'Penangkal' Rekomendasi Dokter Paru

Geger penemuan satu kasus Omicron di Indonesia, tanpa riwayat perjalanan ke luar negeri. Adalah petugas pembersih di Wisma Atlet yang diduga terpapar dari pasien, tetapi Kementerian Kesehatan belum mengetahui sumber penularan tersebut. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak panik tetapi tetap waspada dengan memperketat protokol kesehatan. Salah satunya memakai masker.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, masker memang masih efektif menangkal varian baru Corona termasuk varian Omicron. Namun, terkait penggunaan jenis masker disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari.

Jenis masker apa yang sebenarnya disarankan untuk cegah varian Omicron? Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, masker memang masih efektif menangkal varian baru Corona termasuk varian Omicron. Namun, terkait penggunaan jenis masker disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari.

Masker ganda "Semua balik ke tujuan penggunaan maskernya, kalau untuk masyarakat sehari-hari cukup dengan penggunaan masker bedah dengan masker kain," jelas dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K), kepada detikcom beberapa waktu lalu

Saran dr Agus terkait masker ganda hanya ditujukan untuk masyarakat yang beraktivitas sehari-hari. Tidak dengan petugas kesehatan yang wajib memakai masker dengan tingkat filtrasi lebih tinggi.

"Kalau masker bedah dan masker kain hanya memfiltrasi kurang dari 70 persen partikel sehingga tidak cocok untuk penggunaan medis. Tapi kalau untuk masyarakat disarankan menggunakan double mask," lanjutnya.

Masker KN95 vs KF94

Kini, masker KN95 dan KF94 juga banyak digunakan masyarakat. Mana yang memiliki tingkat filtrasi lebih tinggi?

"Sebenarnya sama saja antara KN95 dan KF94, yang penting bisa memfiltrasi partikel kurang dari 2,5 mikron," ujar ahli paru yang berpraktik di RSUP Persahabatan. [detik]