Virus Omicron Berhasil Masuk Indonesia, Ini 8 Gejala yang Perlu Diketahui

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengumumkan satu kasus corona varian Omicron di Indonesia. Pasien yang terkonfirmasi ini merupakan seorang petugas kebersihan di RS Wisma Atlet Kemayoran.

“Kemenkes tadi malam mendeteksi seorang pasien, N inisialnya, terkonfirmasi omicron pada tanggal 15 Desember,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers virtualnya, Kamis (16/12).

Pasien itu tercatat tak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sama sekali. Oleh sebab itu, pasien N kemungkinan besar memiliki riwayat kontak dengan sejumlah pasien yang tengah karantina.

Lantas, seperti apa gejala corona varian omicron itu?

Berdasarkan data newsnodes, Kamis (16/12), sudah ada 90 negara yang terpapar omicron. Salah satu negara yang terinfeksi adalah Amerika Serikat (AS), yaitu 319 kasus.

Di AS, kasus pertama muncul pada 1 Desember lalu. Jumlahnya kemudian terus naik hingga menjadi 43 kasus pada 8 Desember. Temuan itu kemudian dianalisis lebih lanjut oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Tujuannya untuk melihat karakteristik mereka yang terinfeksi omicron. Gejala Umum Secara umum ada 8 gejala yang dialami pasien omicron. Gejala yang paling banyak muncul adalah batuk-batuk. Hal itu dialami oleh 33 orang atau 89 persen. Jumlah tersebut diikuti oleh pasien dengan gejala kelelahan dan pilek.

Sementara itu, hanya 3 orang atau 8 persen saja yang mengalami kehilangan indera penciuman. Dari 43 orang yang positif corona varian omicron, hanya 6 orang di antaranya yang mendapat kesulitan saat bernapas.

Data juga menyebutkan, pasien yang dirawat di rumah sakit hanya berjumlah 1 orang. Hingga 8 Desember, tercatat nihil kasus kematian akibat varian omicron.

Status Vaksin

AS termasuk negara yang gencar melakukan vaksinasi untuk seluruh warganya. Data CDC atau Pusat Pengendalian Penyakit AS menyatakan, sekitar 60 persen penduduk AS telah menerima dosis lengkap vaksin atau dua kali suntikan

Meski begitu, CDC mencatat bahwa mayoritas pasien varian omicron sudah mendapat vaksinasi lengkap, yaitu berjumlah 20 orang atau 47 persen. Sedangkan pasien yang menerima vaksinasi ditambah booster berjumlah 14 orang atau 33 persen. Hanya 8 orang dari seluruh kasus pertama omicron di AS yang belum divaksinasi.

Riwayat Infeksi

Pada penemuan kasus pertama varian Omicron di AS tercatat ada 21 orang atau 49 persen yang baru kali pertama terpapar COVID-19. Sisanya, terdapat 6 orang atau 14 persen yang sudah pernah terpapar corona, dan 16 orang lainnya atau 37 persen tidak diketahui.

Grafik di atas menunjukkan sebagian besar kasus pertama varian Omicron dialami oleh warga AS berusia 18 sampai 64 tahun. Jumlah pasien berusia di bawah 18 tahun dan 65 tahun masing-masing tercatat hanya 4 orang atau 9 persen.

Jenis Kelamin

Sebagian besar pasien pertama yang terpapar varian omicron di AS berjenis kelamin perempuan, yakni 25 orang atau 58 persen. Tercatat, pasien pria yang terkonfirmasi omicron hanya 17 orang atau 40 persen. Sedangkan 1 orang tidak diketahui.

Saat ini, selain kasus di Wisma Atlet, Menkes Budi mengungkapkan pihaknya mendeteksi lima kasus kemungkinan Omicron. Lima kasus kemungkinan omicron itu ditemukan dari dua WNI yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris, serta tiga kasus berasal dari WNA China yang datang ke Manado dan sedang diisolasi di Manado.

"Sekali lagi, lima orang ini probable karena baru dites PCR dengan marker khusus dan sampelnya sudah dikirim ke Litbangkes, dan sedang kami tes Whole Genome Sequencing, diharapkan dalam tiga hari ke depan kami konfirmasi apa benar ini Omicron apa bukan," jelasnya.

Oleh karena itu, Budi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada dalam menanggapi kasus omicron pertama di Indonesia. Masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Pesan saya bagaimana kita menghadapi adanya konfirmasi Omicron pertama di Indonesia tetap tenang, tetap waspada. Ingat protokol kesehatan harus disiplin dijalankan," ujarnya. [msn]