Gara-gara Virus Omicron, Harga Minyak Dunia Ambruk Parah

Harga minyak dunia turun lebih dari lima persen pada Senin (20/12/2021). Ini terjadi karena kekhawatiran permintaan energi meningkat akibat varian virus corona Omicron. Dalam transaksi pagi, minyak mentah Brent North Sea jatuh 5,1% menjadi US$ 69,79 per barel dan minyak West Texas Intermediate New York kehilangan 5,7% menjadi US$ 66,84.

"Untuk minyak mentah, ini semua tentang kekhawatiran permintaan saat ini," kata analis ThinkMarkets Fawad Razaqzada, dikutip dari AFP.

"Pembatasan perjalanan telah diperketat di sebagian besar Eropa dan ada potensi lebih banyak tindakan yang akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang," lanjutnya.

"Pedagang dengan demikian tidak punya banyak pilihan selain menjual minyak, serta energi dan saham perjalanan, dengan sangat sedikit selera untuk mengambil risiko."

Namun sebelumnya Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak (OPEC) meyakini permintaan minyak akan tinggi. Dalam laporan terbarunya, OPEC memperkirakan rata-rata permintaan minyak pada kuartal I-2022 adalah 99,13 juta barel/hari. Naik 1,1 juta barel/hari dari proyeksi sebelumnya.

Kemunculan Omicron, menurut OPEC, tidak akan berdampak signifikan seperti varian Delta. Efek varian Omicron diperkirakan ringan dan temporer saja.

"Pemulihan ekonomi berlanjut pada kuartal IV-2021 dan terus terjadi pada kuartal I-2022. Dampak varian Omicron sepertinya akan ringan dan temporer, karena dunia sudah lebih siap mengatasi Covid-19 dan berbagai tantangan yang menyertainya," sebut laporan bulanan OPEC.

Untuk sepanjang 2022, OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia naik 4,15 juta barel/hari dari tahun ini. Pada kuartal III-2022, permintaan minyak dunia akan melampaui 100 juta barel/hari, kembali ke masa sebelum pandemi.

Penyebaran Omicron yang cepat telah menghantam pasar minyak, dan pasar saham global yang lebih luas. Ini muncul di tengah kekhawatiran kejatuhan ekonomi setelah banyak negara kembali ke mengumumkan pengetatan aturan. [cnbcindonesia]