3 Fakta Harga Terbaru Minyak Goreng hingga Cabai Mahal Jelang Natal Bikin Masyarakat Resah

Harga minyak goreng hingga cabai meroket jelang Natal. Harga cabai sendiri tembus Rp50 ribu per kilogramnya . Sementara itu, harga minyak goreng terpantau di angka Rp19 ribu per liter. Beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai faktor. Simak fakta-fakta yang telah dirangkum Okezone, Sabtu (4/12/2021), di bawah ini.

1. Minyak goreng mahal, masyarakat masygul Sebagai negara yang makanan sehari-harinya sulit dilepaskan dari minyak goreng, kenaikan harga yang signifikan ini membuat masyarakat masygul alias bersusah hati. Para pelaku usaha makanan mulai dari pedagang batagor hingga pecel ayam menyuarakan keresahan atas kenaikan ini. Pasalnya, barang dagangan mereka membutuhkan minyak goreng yang cukup banyak.

"Please... pemerintah.. bantu turunkan harga minyak," tulis pedagang ayam goreng lalapan dalam akun TikTok Linnna Yu***. Sementara itu, beredar prediksi harga minyak goreng masih akan tinggi hingga kuartal I-2022 mendatang. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga minyak curah juga minyak kelapa sawit beberapa waktu terakhir.

2. Cabai "pedas" akhir tahun

Seolah tak ingin ketinggalan, harga cabai jadi kian “pedas” di akhir tahun 2021 ini. Untuk cabai rawit, harga per kilogramnya dibanderol hingga Rp43.953/kg, naik Rp3.910 dari harga normal. Kenaikan terjadi juga pada jenis cabai lainnya. Kini harga cabai merah keriting menjadi Rp46.813/kg dan cabai merah besar Rp48.195/kg. Kenaikan tertinggi dialami oleh cabai rawit merah, yakni naik Rp4.963 menjadi Rp50.325/kg.

3. Kabar baik, ada harga komoditas yang turun

Meskipun demikian, ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Komoditas tersebut antara lain minyak goreng curah Rp 19.109/kg, bawang merah Rp27.255/kg, bawang putih Rp29.581/kg, dan telur ayam ras Rp23.441/kg. [msn]