Selain di TPPI Tuban, Ini Sederet Proyek Kilang Garapan Pertamina

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, kena tegur Presiden Jokowi perihal lambatnya pembangunan pabrik petrokimia milik anak usaha Pertamina, PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), di Tuban, Jawa Timur.

Jokowi menilai proyek TPPI tersebut bisa sangat menguntungkan bagi Indonesia agar bisa memproduksi petrokimia beserta produk turunannya secara mandiri. Dengan demikian, angka impor pun dapat ditekan.

"Barang kayak gini enggak cepet-cepet dijalankan? Kalau saya, 24 jam penuh saya kerjain agar ini segera jalan. Pertamina dapat keuntungan dari situ, negara dapat keuntungan dari subtitusi impornya. Kemudian neraca perdagangan kita baik, transaksi berjalan kita menjadi baik," ujar Jokowi dalam pertemuan dengan jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina serta PLN di Istana Negara, Sabtu (20/11)..

Berdasarkan infomasi yang dihimpun kumparan, selain proyek milik TPPI Tuban, ada sejumlah proyek pengembangan kilang strategis yang sedang dikerjakan Pertamina, yaitu Refinery Development Masterplan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR). Berikut Rinciannya:

1. GRR Tuban

Grass Root Refinery atau GRR Tuban saat ini sedang dalam tahap pembuatan Front End Engineering Design (FEED). Proyek ini mencapai progres aktual 49.16 persen dan ditargetkan selesai tahun 2027.

2. RDMP Balikpapan

Proyek Refinery Development Masterplan atau RDMP Balikpapan saat ini dalam proses Eksekusi (EPC). Progress aktual proyek ini sudah 43.70 persen dan ditargetkan rampung di tahun 2024.

3. RDMP Balongan

Untuk RDMP Balongan yang saat ini juga sedang dalam proses eksekusi (EPC). Progres aktual proyek ini yaitu 39.09 persen dan ditargetkan selesai April 2022.

Selain itu, Pertamina juga sedang melakukan berbagai improvement untuk beberapa kilang. Pertama, penggantian Katalis di Kilang Balongan di awal 2022, sehingga Balongan pasca ganti katalis dapat memproduksi solar standar Euro V sebesar 900 ribu barel per bulan.

Hal yang sama juga dilakukan untuk Kilang Cilacap, yaitu melakukan penggantian katalis di November 2022. Pasca ganti katalis, Kilang Cilacap dapat memproduksi solar kualitas Euro IV sebesar 540 ribu barel per bulan.

Terakhir, Proyek Green Diesel phase 1 Cilacap dengan kapasitas 3 ribu barel. Proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2021. [msn]