Wanita BO Cantik Ini Dikerjai Pelanggan Setelah Selesai Di Servis

Seorang pekerja seks komersial (PSK) di sebuah hotel berbintang Pelanggannya tiba-tiba kabur setelah diservis luar dalam. “Dasar tuh orang. Setelah selesai ML langsung kabur. Katanya mau ngambil uang di dompet yang ketinggalan di mobil. Tapi sampai pagi yang bersangkutan tidak muncul lagi di kamar,” usai wanita Open BO.

Siska sendiri merasa sangat dongkol karena dikerjain pelanggannya tersebut. “Sudah sering sih dibeginiin. Tapi kog yah saya tidak ada kapok-kapoknya. Seharusnya saya ikutin dia ke parkiran untuk mengambil uang. Tapi mo gimana lagi, badan rasanya rontok semua. Tiga ronde Om, nonstop,” katanya mencoba berseloroh. Ketika ditanyakan siapa pelanggannya yang berhasil menipu tersebut, Siska mengaku tidak tahu.

 “Kita temenan di aplikasi Michat. Kenalan terus janjian mau boking. Ngakunya sih PNS tapi tak tahu juga PNS dimana,” katanya lagi. Wanita berperawakan mungil ini mengaku tak kapok atas kejadian yang menimpanya tersebut. 

“Kapok sih engak. Kepuasan dapat, uang juga bisa ngumpul. Cuma ke depannya harus lebih hati-hati. Karena rata-rata lelaki penikmat seks bebas merupakan penipu ulung. Istrinya saja dibohongin, apalagi saya,” katanya menambahkan.

Ketika ditanyakan apakah dirinya tak khawatir dengan penggrebekan di hotel saat melakukan aksinya, Siska mengaku tidak takut. “Itulah enaknya di Pekanbaru Om. 

Satpol PP nya sudah bubar. Jadi bakalan tidak ada lagi yang akan ngerecokin aktivitas seksual aku,” katanya sambil tertawa terbahak-bahak. Sementara seloroh para pekerja seksual di Pekanbaru soal isu Satpol PP Pekanbaru sudah dibubarkan sangat menarik untuk dicermati. 

“Wajar para PSK mengatakan Satpol PP sudah bubar. Karena aktivitas mereka selama ini selalu aman tanpa gangguan Satpol PP Pekanbaru. Pernyataan itu harus disikapi dengan tenang oleh Kepala Satpol PP Pekanbaru Iwan Simatupang,” ujar warga Kota Pekanbaru, Candra Siregar. 

Menurutnya sindiran ataupun perkataan Satpol PP Pekanbaru sudah bubar merupakan kalimat sarkasme terkait tidak efektifnya Satpol PP melakukan razia PSK di hotel. “Mungkin mereka merindukan kehadiran Satpol PP. Rindu ditangkap dan rindu juga diproses di Kantor Satpol PP,” katanya menambahkan. [potret24]