Tak Kuat Nahan Nafsu, Janda Muda Pasrah Diperkosa Anak Dibawah Umur

Fakta dan Kronologi RS (35), Janda Muda Pasrah dan Nangis usai diperkosa anak di bawah umur di kamar kos  Tak pernah terpikir dalam benak Rs, janda muda bakalan diperkosa anak di bawah umur di kamar kosnya.  Semula, anak di bawah umur ini datang ke kamar kos untuk mencari temannya.

Anak di bawah umur inisial RC (17), semula datang ke kamar kos untuk mencari teman Rs.  

Niatnya untuk menagih utang, namun ia bertemu dengan Rs yang sedang tergolek di kamar kos.  Berikut ini selengkapnya fakta dan kronologi janda muda diperkosa anak di bawah umur di kamar kos:   

Niat awal tagih utang  Otak nakal RC (17), remaja di bawah umur usai bercanda dengan janda di kamar kos.  Terungkap awal mula janda inisial Rs (35) bertemu dengan anak di bawah umur tadi.  Pertemuan mereka berawal saat remaja di bawah umur datang ke rumah Rs untuk tagih utang.  

Ternyata, ia tidak menemukan orang yang dicari.  Malahan dia melihat mama muda yang sedang berbaring di dalam kamar kos.  Niat awal tadi yang ingin nagih utang berubah. Rs dan anak di bawah umur tadi cerita panjang lebar.

Otak nakal remaja tadi pun mulai jalan.  Sempat bercanda di kamar kos  Ya, singkat cerita usai bercerita panjang lebar dan bercanda di kamar kos, janda 35 tahun ini jadi korban pemerkosaan oleh remaja 17 tahun.  Walaupun masih tergolong anak dibawah umur, namun pria ini nekat meniduri janda yang sedang berbaring di kamar kos.  

Dikutip Tribunmedan.com dari TribunBatam.id, diketahui, sang janda tersebut merupakan pendatang baru alias baru merantau ke Batam.  Pelaku sendiri diketahui awalnya hanya hendak menagih utang kepada pacar pelaku.  

Namun nafsunya memuncak ketika melihat janda tersebut tengah berbaring di dalam kamar kos.    

Semula RS dan RC berbincang panjang sambil bercanda di kamar kos.  Setelah itu cerita lain terjadi. Otak nakal RC mulai tak terkendali.  Tanpa pikir panjang, dirinya kemudian melakukan perbuatan bejat tersebut.    

Pelaku mendekap mulut korban sehingga leluasa melakukan aksinya.  Janda pendatang baru 3 hari  Rs (35) tak pernah menyangka akan mengalami kejadian mengerikan saat berada di Batam dan tak akan pernah terlupakan sepanjang hidupnya .  

Baru 3 hari berada di kota ini, dia justru menjadi korban pemerkosaan oleh pria yang mengaku akan menagih utang temannya.  "Saya dicekik, tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya bisa menangis," kata RS (35) korban pemerkosaan di Batam.  Rs mengaku baru tiga hari di Batam dan Hari adalah kawan dia.  "Saya sebenarnya pas hari kejadiaan Minggu (31/1/2021) itu, hendak pulang ke Lampung," kata RS.

Namun H kawan Rs, sedang pergi untuk mengambil uang.  "Saat itu RC datang ke kamar kos. Dia mau cari Hari (kawan saya itu,red). Tapi saya bilang Harinya lagi pergi. Jadi RC menunggu di Kamar kos. Kebetulan H juga lama pulang," kata Rs.Selama dua jam menunggu di Kamar Kos, RS dan Rc awalnya masih bercerita panjang lebar.  "Saya tidak tahulah entah setan apa yang merasukinya, dia langsung mendekap dan mencekik saya," kata Rs.   

Suara lirih tak kuasa menangis saat diperkosa Dengan suara lirih Rs, mengatakan dirinya tidak bisa berbuat apa-apa saat Rc mendekap dan mencekiknya.  

"Saya hanya bisa menangis dan pasrah," katanya dengan suara lirih.  Rs, mengatakan Rc, melancarkan aksinya seperti yang kerasukan.  "Saya hanya bisa menangis," katanya.  Yang mirisnya lagi, setelah Rc, selesai melaksanakan aksi bejatnya, dengan santai Rc berkemas dan keluar dari kamar kos RS.  

"Dia pergi begitu saja seperti tidak punya salah dan dosa. Saya hanya bisa menangis," katanya lagi.  Rs mengaku tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya juga baru tiga hari di Batam dan rencana akan pulang ke Kampung halamannya.  "Saya sore itu mau pulang, memang menunggu H untuk mengantar saya ke Bandara," kata Rs.  

Dia berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.  "Kejadian ini akan menjadi luka bagi saya, dan menjadi musibah yang tidak bisa saya lupakan,''kata Rs.  Rs saat ini sudah berada di kampung halamannya untuk menenangkan diri.  Pelaku Ngaku tak Bisa Tahan Nafsu  Niat awal ingin menagih utang dari nasabahnya, Rc justru melakukan kejahatan dengan memperkosa teman wanita nasabah yang hendak ditagih utangnya. 

 Fakta itu terungkap dari hasil pengembangan polisi saat pemeriksaan Rc, seorang remaja berusia 17 tahun yang memperkosa wanita berusia 35 tahun yang merupakan teman dekat nasabah.  Berdasarkan pengakuan pelaku, awalnya tersangka datang ke kamar kos RS (36) atas arahan Hari, yang merupakan teman dekat RS.  "Sebelumnya Rc menjual handphone ke Hari seharga Rp 450 ribu. 

Namun Hari baru membayar sebesar Rp 200 ribu. Jadi Rc, menghubungi Hari, dan Hari mengatakan agar Rc menunggunya di kamar kos teman dekatnya di sebuah perumahan di Sagulung," kata Kapolsek Sagulung AKP Yusriadi Yusuf, Rabu (3/2/2021).  

Dia mengatakan, Rc pun mengikuti arahan Hari untuk menunggu di kamar kos teman dekatnya selama kurang lebih dua jam.  "Saat Rc menunggu Hari. Rs tidur-tiduran di dalam kamar kos," kata Yusuf.  Rc yang melihat Rs tidur-tiduran sambil mengenakan baju seksi, tidak kuasa menahan nafsunya dan langsung mencekik RS serta memaksa membuka pakaian korban.  

"Rc memaksa melakukan hubungan layaknya suami istri,"kata Yusuf.  Setelah selesai memperkosa Rc pun meninggalkan korban.  Tidak terima dengan perlakuan tersebut, Rs pun membuat laporan polisi.  "Jadi tiga jam setelah korban membuat laporan. Pelaku langsung kita amankan," kata Yusuf.  

Saat ini, Rc sudah mendekam di Polsek Sagulung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya  Kronologi Kejadian  Sebelumnya diberitakan, jajaran Polsek Sagulung Batam mengamankan seorang remaja pelaku pemerkosaan yang terjadi di Sagulung, Minggu (31/2/2021) lalu.  

Kapolsek Sagulung AKP Yusridi Yusuf menjelaskan kronologis kejadian tersebut.  Sebelum peristiwa itu terjadi, korban bernama RS (36) sedang tidur di rumah kosnya di Perumahan Brata Bakti Indah Sagulung, tiba-tiba Rc (17) datang pura-pura menanyakan keberadaan kawannya. 

 Pelaku datang mengetok pintu dan setelah korban, membuka pintu pelaku menanyakan keberadaan Hari.  "Kita tidak tahu siapa itu hari, itu hanya alibi pelaku," kata Yusuf.  Setelah korban membuka pintu, Rc langsung masuk ke dalam kamar kos korban dan mencekik korban.  

"Saat itu korban baru bangun, hal tersebut membuat korban lebih mudah diperdaya pelaku," kata Yusuf.  Dia menjelaskan, pelaku memaksa korban untuk berhubungan layaknya suami istri sambil mencekik korban.  

"Jadi korbannya itu dicekik oleh pelaku," kata Yusuf.  Yusuf, menjelaskan saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Sagulung, untuk penyidikan lebih lanjut.  "Kita masih periksa, pelaku masih tutup mulut," kata Yusuf.  Polisi bingung, si janda malah pulang kampung  Kasus Rudapaksa seorang janda yang terjadi di Kota Batam menggemparkan banyak Pihak.  Apalagi pelaku merupakan remaja dibawah umur yang masih berusia 17 tahun.  

Diketahui, pelaku saat ini sudah ditangkap oleh Jajaran Unit Reskirm Polsek Sagulung.  Hal itu juga dibenarkan oleh Kapolsek Sagulung AKP Yusriadi Yusuf.  Menurut Yusriadi Yusuf, pihaknya masih mendalami kasus ini. 

Pelaku ditangkap setelah ada laporan dari korban ke kantor Polisi.  "Usai diperkosa, korban kemudian membuat laporan Polisi. Kemudian kita amankan pelaku di kosan korban. ternyata dia balik lagi," sebut Pria yang kerap dipanggil Komandan Yusuf ini.  

Awal mula permasalahan ini, pelaku awalnya hendak menagih hutang kepada teman korban.  Namun disana dirinya tidak melihat orang yang dituju. 

Malahan dia melihat mama muda yang sedang berbaring di dalam kamar kos.  Sebelum melakukan rudapaksa, pelaku dan korban ternyata sempat bercerita panjang lebar.  Namun saat bercerita itu, otak nakal pelaku mulai beraksi.  Dia tidak bisa mengendalikan birahinya melihat wanita janda tersebut.  

Tak heran, selang beberapa waktu kemudian, pelaku melahap korban bak orang kesetanan.  Bahkan dia mendekap korban agar tidak berteriak.  "Namun pengakuan korban dan pelaku masih kita dalami, Yang jelas pelaku sudah kita amankan," lanjutnya.  

Namun sayang, usai membuat laporan Polisi, keesokan harinya korban kembali ke kampung halamannya ke Lampung.  Jadi Polisi kebingungan untuk meminta keterangan korban saat ini karena berada di Kampung. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang).[tribunnews]