Pakar Ungkap Bahaya Aksi Hirup Napas Pasien COVID-19

Aksi terapis tunarungu, Masudin, menghirup napas pasien COVID-19 di Jombang viral di medsos. Pakar epidemiologi Universitas Griffith Dicky Budiman mengungkap bahaya terapi menghirup napas pasien COVID-19.  

"Berbahaya sekali ya ini kan penyakit airbone, artinya yang ditularkan melalui... ini penyakit saluran napas, yang ditularkan lewat udara yang dihirup, dan ini artinya dia akan tertular kalau benar itu OTG (orang tanpa gejala)," kata Dicky lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (18/7/2021).  

Dicky menyebut, walau terapis tersebut sudah divaksinasi ataupun sudah pernah terinfeksi, apa yang dilakukannya sangat berbahaya. Apalagi, kini sudah banyak varian baru virus Corona di Indonesia.

Menurut Dicky, hal-hal seperti ini terjadi karena kepanikan warga akan pandemi yang tidak terkendali sehingga sulit mendeteksi adanya hoax.

 Video aksi Masudin menghirup napas pasien COVID-19 sempat diposting ke akun Instagram milik Masudin, @mr.masudinjombang pada 8 Juni 2021. Video berdurasi 1 menit 5 detik itu dihapus tiga hari kemudian.     

Setelah terapis tunarungu asal Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang, itu meninggal dunia pada Selasa (13/7), video tersebut menjadi viral. Karena warganet mengaitkan video tersebut dengan meninggalnya Masudin, sehingga terkesan bapak enam anak itu meninggal akibat nekat menghirup napas pasien COVID-19.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Desa Banyuarang dan asisten Masudin, terapis tunarungu itu meninggal bukan karena terinfeksi COVID-19. Melainkan karena penyakit lambung yang sudah akut. Terlebih, istri dan dua anak Masudin negatif Corona berdasarkan hasil tes swab antigen pada Rabu (14/7).  

Sebelum meninggal, Masudin kerap mengobati teman dan keluarganya yang terinfeksi COVID-19, tapi tergolong orang tanpa gejala (OTG). [detik]