Khofifah Minta Sekolah Bentuk Satgas COVID untuk Pembelajaran Tatap Muka

Pemprov rencananya akan memulai pembelajaran tatap muka pada tahun pelajaran baru 2021/2022 atau sekitar awal Juli 2021. Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta sekolah membentuk satgas COVID-19. Khofifah ingin satgas yang dibentuk selalu memastikan sekolah tetap aman. 

Khofifah juga memastikan semua persiapan mulai dari vaksinasi guru SMA, SMK, dan SLB harus selesai 100 persen, protokol kesehatan dijalankan dengan ketat, serta jam belajar, dan jumlah persentase siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka disiapkan dengan matang. Satgas ini, lanjut Khofifah bisa diisi dengan guru dan murid yang tergabung dalam OSIS di sekolah tersebut.

"Satgas COVID-19 di masing-masing sekolah harus dipastikan clear. Kalau tidak ada satgasnya, maka guru akan kesulitan untuk menertibkan disiplin protokol kesehatan. Kalau anggota satgasnya teman sebaya akan lebih mudah mengingatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan di sekolah," terang Khofifah saat menerima perwakilan PGRI dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK dan SLB se-Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (16/5/2021) malam.

Khofifah menambahkan, Tim Satgas COVID-19 itu nantinya akan menertibkan protokol kesehatan, mengecek jadwal penyemprotan disinfektan di sekolah dan kelas, hingga menyiapkan stok masker untuk yang lupa membawa masker. 

Terkait vaksinasi guru, Khofifah meminta Kepala Dinkes Jatim untuk mengirim surat dan berkoordinasi dengan Kepala Dinkes Kabupaten/Kota se-Jatim. Hal ini untuk memastikan para guru seratus persen sudah tervaksin. 

"Kita harus terus monitor berapa banyak guru yang sudah selesai divaksin, berapa yang baru divaksin sekali, berapa yang belum sama sekali. Termasuk di kabupaten/kota mana saja harus dimaksimalkan," pesan gubernur perempuan pertama di Jatim ini. Khofifah juga mengingatkan jika penyebaran COVID-19 masih berlangsung. 

Varian baru COVID-19 sudah ada yang masuk di Jatim . Karenanya, perlu menjadi perhatian bersama terkait protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat.

"Mari semuanya tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Jangan sampai lengah. Para kepala sekolah dan guru harus dapat mengendalikan antara gas dan rem," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi mengatakan hingga saat ini 38 bupati/walikota sudah memberikan rekomendasi untuk SMA, SMK dan SLB yang sudah siap melakukan sekolah tatap muka. Sesuai dengan arahan dari Mendikbud telah direkomendasikan sekolah tatap muka mulai Januari 2021. 

Diharapkan pada Bulan Juni 2021 seluruh Indonesia sudah melakukan tatap muka dengan target semua guru sudah divaksin.

Di Jatim sendiri, lanjut Wahid, para guru SMA, SMK dan SLB yang telah melakukan vaksinasi COVID-19 dua kali sebanyak 38 persen.

"Kami berharap kepada jajaran Dinkes Jatim pada Bulan Mei 2021 atau Juni 2021, tenaga pendidik dan guru 100 persen sudah divaksinasi 2 kali. Supaya pendidiknya sehat, psikologis masyarakat bisa menerima pembelajaran tatap muka dengan tenang. Sehingga rencana kami tatap muka pada awal tahun ajaran 2021/2022 yaitu pada 5 Juli 2021 dapat berjalan aman," tambahnya. 

Sebelumnya pembukaan sekolah tatap muka ini seiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. SKB ini ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri pada 30 Maret 2021. 

SKB tersebut berkaitan dengan panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Di dalamnya disebutkan bahwa pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021. Mulai dari jenjang PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga perguruan tinggi. Belajar tatap muka terbatas bakal dimulai setelah guru dan tenaga pendidikan disuntik vaksin COVID-19.[okezone]