Ini Angka Kasus COVID-19 di Jatim Sebelum hingga Sesudah Lebaran

Pada masa libur Lebaran, jumlah kasus COVID-19 aktif di Jatim naik turun. Berikut data yang dirangkum detikcom dari http://infocovid19.jatimprov.go.id/ milik Pemprov Jawa Timur. Sebelum Lebaran, tepatnya pada Selasa (11/5), ada 1.819 kasus COVID-19 aktif di Jatim. 

Ada tambahan 257 kasus sehingga totalnya menjadi 150.364. Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 194 menjadi 137.569 dan yang meninggal bertambah 33 menjadi 10.976. 

Lalu pada Rabu (12/5), kasus aktif di Jatim turun menjadi 1.808 orang. Jika dirinci, ada 248 tambahan kasus sehingga total kasusnya 150.612. Pasien yang sembuh bertambah 236 menjadi 137.805 dan yang meninggal bertambah 23 jadi 10.999.

Pada saat Lebaran, Kamis (13/5), kasus aktif menurun menjadi 1.789 pasien. Jika dijabarkan, ada tambahan 148 pasien hingga totalnya menjadi 150.760 pasien. Untuk pasien sembuh bertambah 156 menjadi 137.961 dan pasien meninggal bertambah 11 menjadi 11.010. 

Sementara di Lebaran hari kedua, Jumat (14/5), pasien aktif di Jatim turun menjadi 1.740. Ada tambahan 141 pasien hingga totalnya menjadi 150.901. Lalu pasien sembuh bertambah 173 menjadi 138.134 dan pasien meninggal bertambah 17 menjadi 11.027. 

Besoknya pada Sabtu (15/5), jumlah pasien aktif COVID-19 kembali menurun menjadi 1.666 pasien. Lalu, ada tambahan 183 pasien menjadi 151.084. Tak hanya itu, ada tambahan 232 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 138.366 dan pasien meninggal tambah 25 menjadi 11.052 pasien. Pada Minggu (16/5), kasus aktif COVID-19 mengalami penurunan menjadi 1.648 yang dirawat. 

Rinciannya, ada tambahan 164 pasien sehingga yang terkonfirmasi COVID-19 ada 151.248 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 164 menjadi 138.540 dan pasien meninggal tambah 18 menjadi 1.648.

Sebelumnya, sempat beredar pesan berantai yang menyebut kasus COVID-19 di Jatim meledak atau naik signifikan di Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan berita yang beredar tersebut hoaks.

"Berita yang ramai beredar di aplikasi WA terkait meningkatnya jumlah pasien yang terpapar COVID-19 di Jawa Timur saya pastikan itu semua adalah tidak benar atau hoaks," kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (14/5/2021). 

"Kasus COVID-19 aktif di Jatim merupakan yang terendah dari 3 provinsi besar di Pulau Jawa. Jawa Tengah 7.277 kasus, DKI Jakarta 7.792 kasus, dan Jawa Barat dengan 29.104 kasus aktif. Kita termasuk kasus COVID-19 aktif terendah dari Provinsi besar lainnya di Pulau Jawa," jelasnya.

 Khofifah pun mengajak seluruh masyarakat Jatim tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Hal ini sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi peningkatan kasus COVID-19 di Jatim.[detik]